in

Ini Dugaan Penyebab Angka Bunuh Diri yang Tinggi di Korea

Di samping gemerlap dunia K-POP, Korea Selatan juga menyimpan misteri. Di negara yang dianggap sebagai maju di kawasan Asia, angka kematian akibat bunuh diri di Korea Selatan mengkhawatirkan.

Sekali lagi seorang artis Korea meninggal. Namanya Park Ji Sun, seorang komedian yang juga dikenal dekat oleh artis-artis K-POP. Ia ditemukan meninggal bersama ibunya di rumahnya. Tidak ada tanda-tanda kekerasan, jadi dugaan kuatnya, ibu dan anak ini meninggal bunuh diri.

Bagi sebagian orang, kabar ini tidak terlalu besar dibandingkan dengan bunuh dirinya Sulli atau Goo Hara yang geger di tahun 2019. Tapi tahukah kamu bahwa angka bunuh diri di Korea Selatan ini tertinggi di negara-negera maju yang tergabung dalam OECD (Organisation for Economi Co-Operation and Development)?

Seberapa Besar Angka Bunuh Diri di Korea?

Menurut The New York Times, hampir 30 orang bunuh diri setiap hari di Korea. Dan ini tidak hanya dilakukan oleh mereka yang miskin. Bahkan ada artis, politisi, olahragawan atau pebisnis. Artinya kenapa mereka bunuh diri bukan hanya karena kemiskinan.

Dalam sebuah studi, angka bunuh diri di Korea ini meningkat persentasenya setiap tahun. Di 2018 dalam tiap 100.000 orang terhitung ada lebih dari 25 orang meninggal karena bunuh dalam setahun. Maka yang jadi pertanyaan adalah kenapa orang bunuh diri di Korea?

Bunuh Diri dan Depresi

 Berdasarkan studi, bisa disimpulkan bahwa 50% angka bunuh diri diakibatkan oleh depresi. Depresi ini adalah gangguan kejiwaan pada seseorang yang ditandai dengan perasaat yang merosot seperti  muram, sedih, dan perasaan tertekan.

Dengan kondisi negera Korea Selatan yang maju, ternyata angka depresi yang menjangkiti warganya meningkat setiap tahun. Dan bila tidak tertangani dengan baik, bunuh diri menjadi salah satu pilihan bagi penderita depresi.

Kenapa Orang Korea Depresi?

Beberapa ahli menyelidiki kenapa mulai muncul banyak depresi di Korea. Dulu Korea Selatan adalah negara miskin bahkan lebih miskin dibanding Korea Utara. Tapi sejak 1980, Korea Selatan bangkit dan kini menjadi negera dengan ekonomi terbaik di peringkat 13 dunia.

Ketika tingkat ekonomi naik, maka warganya menggunakan parameter apakah dirinya bahagia atau tidak yang dengan ekonominya. Dari sini banyak orang Korea selalu membandingkan keluarganya dengan keluarga lain. Bahkan ada ungkapan, “Jika ada seorang sepupu beli tanah sepupu yang lain akan sakit perutnya.”

Dan membanding-bandingkan kondisi ekonomi ini menyebabkan kompetisi.

Halaman: 1 2

Sifat wara’ ulama sufi terhadap perkara syubhat

Rekomendasi 7 Smartphone terbaik dibawah 2 juta tahun 2020